Setelah Puluhan Tahun Menempati Rumah Tak Layak, Seorang Petani Akhirnya Nikmati Renovasi Melalui TMMD

LUWU TIMUR, | Setelah tinggal hampir tiga dekade di rumah dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, David Raya, seorang petani serabutan asal Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akhirnya menerima bantuan renovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang diselenggarakan oleh Kodim.
Rumah tempat tinggal David beserta keluarganya tersebut telah mengalami banyak kerusakan selama bertahun-tahun. Atap yang bocor, struktur bangunan yang mulai ringkih, dan ruang yang terasa sempit menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terlebih saat musim hujan tiba, dia dan keluarganya selalu dihantui khawatir akan banjir yang mengancam.
Dalam keterbatasannya sebagai petani, memperbaiki rumah secara menyeluruh merupakan hal yang sulit dilakukan. Ia harus memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, sementara kondisi rumahnya membutuhkan perhatian agar menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.
Adanya program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD ke-130 memberikan harapan baru bagi David Raya dan keluarganya. Di hadapan Dansatgas TMMD, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan renovasi rumah yang selama ini ia impikan.
“Menurut saya, rumah bukan hanya sekadar tempat untuk beristirahat setelah bekerja. Rumah adalah tempat berkumpul dengan keluarga, melepas lelah, dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ucap David Raya pada Jumat (16/10/26).
Bantuan renovasi tersebut menjadi sangat berarti bagi David setelah menghadapi kondisi hunian yang tidak layak selama bertahun-tahun. “Saya sangat bersyukur atas bantuan renovasi rumah ini. Sudah hampir 30 tahun tinggal di sini, kondisinya sangat memprihatinkan dengan banyak atap bocor dan bangunan yang lapuk. Terima kasih kepada program TMMD yang memberikan bantuan ini,” ungkapnya.
Melalui TMMD ke-130, semangat “Membuka Akses, Menumbuhkan Harapan, Membangun Kemandirian” terwujud dalam aksi nyata, kepedulian sosial, dan gotong royong.
Dari rumah sederhana milik petani di Dusun Rande-Rand, Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur, tersirat pesan bahwa pembangunan akan lebih berarti ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.





