Oktober 23, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Satgas TMMD dan Warga Cendana: Membangun Kebersamaan lewat Santapan Sederhana
TMMD

Satgas TMMD dan Warga Cendana: Membangun Kebersamaan lewat Santapan Sederhana

Redaksi Radar Oktober 23, 2026 3 min read

LUWU TIMUR – Tidak selalu melalui upacara atau kegiatan resmi, kedekatan TNI dan rakyat justru tumbuh dari momen-momen sederhana. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, ketika sejumlah anggota Satgas diundang makan siang oleh warga setempat.

Di sela pengerjaan pembangunan jembatan dan pemasangan bronjong, para prajurit mendapat sambutan hangat dari Hj. Rahimah (55), warga Dusun Cendana. Melihat para anggota Satgas bekerja sejak pagi di bawah terik matahari, ia tergerak mengajak mereka beristirahat sekaligus menikmati hidangan di rumahnya.

Undangan tersebut disambut dengan penuh keakraban. Para prajurit meninggalkan sejenak pekerjaan mereka untuk duduk bersama keluarga pemilik rumah. Mereka menikmati hidangan sederhana dalam suasana santai, tanpa jarak antara prajurit dan masyarakat.

Bagi Hj. Rahimah, menyediakan makanan bagi anggota Satgas merupakan bentuk perhatian kecil kepada para prajurit yang sedang membantu membangun desanya.

“Saya lihat Pak Tentara dari pagi sampai siang kerja panas-panasan memasang bronjong untuk desa kami, tidak mengeluh. Saya kasihan, sebagai orang tua, saya undang mereka makan siang di rumah. Tidak ada lauk mewah, cuma ikan asin dan sayur kelor, tetapi saya masak dengan ikhlas,” ungkapnya.

Ia mengaku senang ketika para prajurit bersedia menerima undangannya. Baginya, anggota Satgas bukan sekadar personel yang datang untuk melaksanakan program pembangunan, tetapi sudah seperti keluarga sendiri.

“Saya sudah anggap mereka seperti anak saya sendiri. Senang sekali mereka mau makan di rumah saya. Semoga Pak Tentara sehat selalu,” tambah Hj. Rahimah.

Kehangatan itu juga dirasakan Pratu Ari. Ia mengatakan undangan makan siang tersebut menjadi pengalaman berkesan karena dirinya dan rekan-rekan dapat merasakan langsung ketulusan warga yang mereka bantu melalui program TMMD.

“Awalnya kaget, kami lagi kerja pasang bronjong, tiba-tiba Ibu Haji memanggil, ‘Ayo Nak Tentara, makan siang di rumah’. Setelah salat Jumat, kami pun ikut ke rumahnya. Rumahnya sederhana, tetapi Ibu sudah menyiapkan makanan. Kami makan lesehan bersama di lantai. Rasanya seperti makan di rumah sendiri, di kampung sendiri,” cerita Pratu Ari.

Menurutnya, sikap ramah dan perhatian warga membuat para prajurit semakin bersemangat menjalankan tugas. Sambutan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan pembangunan yang mereka lakukan memiliki arti bagi masyarakat setempat.

Koptu Mursam turut mengapresiasi sikap warga yang dengan tulus menjalin kedekatan dengan anggota Satgas. Ia menilai undangan makan bersama merupakan wujud kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap pengabdian prajurit.

“Kalau diundang warga, datanglah, makanlah, jangan menolak. Karena itu adalah bentuk cinta dan penghargaan warga kepada TNI. Walaupun lauknya sederhana, makanan itu terasa istimewa karena dimasak dengan cinta dan keikhlasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya terlihat saat bekerja bergotong royong di lapangan, tetapi juga melalui kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Cendana, momen serupa disebut kerap berlangsung. Warga di sekitar lokasi pembangunan bergantian mengundang anggota Satgas untuk makan, minum kopi, atau sekadar beristirahat di rumah mereka.

Kebersamaan yang terbangun dari sepiring nasi dan hidangan sederhana itu memperlihatkan makna pengabdian yang lebih luas. Di saat Satgas membantu meningkatkan infrastruktur desa melalui pembangunan jembatan dan bronjong, warga membalasnya dengan perhatian, keramahan, dan rasa kekeluargaan.

TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo pun menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat. Sebab, keberhasilan membangun desa tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Leave a Comment