Kopi Hangat Ibu Muji: Simbol Sinergi TNI dan Masyarakat di TMMD 129 Bojonegoro
BOJONEGORO, – Suara mesin molen beton bercampur dengan dentang sekop terdengar di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (2/8/2026).
Di bawah sinar matahari yang terik, terlihat sejumlah tangan yang sebagian mengenakan seragam loreng TNI dan sebagian lagi merupakan tangan petani yang sudah hitam oleh paparan matahari, bersama-sama melakukan pekerjaan berat.
Mereka tengah tidak dalam perlunya berperang, melainkan berupaya mengentaskan daerah terpencil melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.
Namun, di tengah aktivitas pengecoran jalan di RT.017 RW.008 Dusun Mundu, muncul pemandangan yang menghangatkan hati. Bukan hanya seberapa cepat proses pengecoran berlangsung, tetapi lebih pada bagaimana hubungan antara manusia terjalin dengan baik.
Ibu Muji Utami, seorang penduduk setempat, mengambil perhatian dengan senyuman ceria dan membawa baki berisi cangkir-cangkir kopi hangat. Tanpa rasa ragu, ia menawarkan minuman segar itu kepada anggota Satgas TMMD yang tengah beraktifitas dengan keringat yang mengucur.
Kopi yang disuguhkan bukan sekadar minuman. Itu menjadi simbol keakraban, ungkapan terima kasih, serta penghormatan penduduk setempat kepada para prajurit yang bekerja keras demi pembangunan desa mereka.
Bagi Ibu Muji, kehadiran TMMD adalah anugerah berharga. Jalan di depan rumahnya, yang selama ini sering menjadi sumber debu di musim kemarau, kini telah berubah menjadi jalan berkontruksi kuat.
“Saya sangat bahagia dengan pembangunan ini. Jalan di depan rumah saya kini terlihat jauh lebih baik. Tidak akan ada lagi debu di musim kemarau,” kata Muji dengan harapan yang terpancar dari matanya.
Perasaan akrab antara Ibu Muji dan para prajurit menggarisbawahi tujuan mulia dari TMMD. Program tersebut bukan hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga merajut kembali hubungan antara TNI dan masyarakat, yang menjadi inti dari kekuatan pertahanan negara.
Atmosfer hangat di Dusun Mundu juga sangat terasa oleh para prajurit yang bertugas. Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menegaskan, semangat serta dukungan masyarakat merupakan sumber motivasi utama bagi pasukannya.
Menurut Letda Ady, dukungan dari masyarakat tidak harus dalam skala besar. Tindakan sederhana seperti menyuguhkan minuman, memberikan tenaga tambahan, atau sekadar menyapa dengan hangat, adalah energi yang tidak terlihat yang mampu mengurangi kelelahan para prajurit.
“Semangat gotong royong seperti yang ditunjukkan Ibu Muji sangat berarti bagi kami. TMMD bukan sekadar soal pembangunan jalan, tetapi juga untuk memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Ia berharap agar kolaborasi yang terjalin di Desa Kesongo ini dapat terus berlanjut dan hasil pembangunan dapat memberikan keuntungan jangka panjang, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan serta mobilitas warga sehari-hari.
Melalui TMMD ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, sambil mempertahankan hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.
Dari secangkir kopi hangat di tengah debu pengecoran jalan di Dusun Mundu, kita belajar bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan di tanah air ini masih sangat kuat.





