Oktober 25, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Kerjasama TNI dan Masyarakat, Pembangunan Talud TMMD ke-130 di Parumpanai Mencapai 40 Persen
TMMD

Kerjasama TNI dan Masyarakat, Pembangunan Talud TMMD ke-130 di Parumpanai Mencapai 40 Persen

Redaksi Radar Oktober 25, 2026 3 min read

LUWU TIMUR – Kolaborasi yang harmonis antara tentara dan masyarakat terlihat dalam progres pembangunan talud penahan tanah di Desa Parumpanai, yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Melalui program TMMD ke-130 yang diselenggarakan oleh Kodim 1403/Palopo, anggota Satgas bersama penduduk setempat bekerja sama untuk menciptakan infrastruktur yang diharapkan mampu mengurangi bahaya longsor di jalanan desa.

Sejak pagi pukul 07.00 WITA, ratusan warga tumpah ruah ke lokasi proyek dengan membawa berbagai peralatan. Mereka datang dengan membawa cangkul, ember, maupun linggis untuk ikut serta dalam proses pengerjaan. Warga lalu bergabung dengan anggota Satgas TMMD dalam berbagai tugas sesuai dengan yang diperlukan di lokasi.

Anggota TNI berfokus pada pengadukan semen dan pemasangan batu, sementara para warga membantu dalam mengangkut material yang diperlukan. Suasana kerja begitu akrab dan penuh semangat saling mendukung demi mempercepat penyelesaian proyek fisik TMMD yang dicanangkan.

Talud yang sedang dibangun tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 400 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Infrastruktur ini sangat penting untuk menghindari pergerakan tanah yang dapat menutup akses jalan saat hujan lebat.

Kapten Inf Badar selaku Dansatgas Kompi (Dan SSK) TMMD ke-130 menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam pembangunan di desa tersebut.

“Jika hanya dari pihak TNI yang melakukan pekerjaan ini, kemungkinan akan memakan waktu berminggu-minggu. Namun berkat usaha bersama dengan penduduk, pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Ini adalah contoh nyata dari kekuatan gotong royong,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa antusiasme warga yang mau meluangkan waktu dan tenaga mereka membuktikan pentingnya pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama.

“Warga menyatakan, ‘ini desa kami, kami harus ikut serta dalam pembangunan’. Kami dari pihak TNI hanya sebagai fasilitator, yang sebenarnya membangun adalah rakyat Parumpanai sendiri. Semangat kerjasama yang seperti ini perlu kita sebarkan ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

Bagi masyarakat, pembangunan talud ini tidak hanya sekadar menambah infrastruktur baru, tetapi juga menjadi solusi atas masalah yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat hujan deras menyapu material tanah terpaksa menutup akses jalan.

Usman (55), salah satu warga Dusun 1 Parumpanai yang terlibat, mengatakan mereka sudah lama menginginkan talud di wilayah tersebut.

“Kami sudah lama ingin adanya talud di sini, mengingat jika hujan, tanah longsor kerap menutup jalan dan anak-anak sekolah tidak bisa pergi. Syukurlah dengan adanya TMMD ke-130, TNI mengajak kami untuk bekerja bersama. Kami merasa senang bisa berpartisipasi dan tidak hanya menjadi penonton,” tuturnya.

Ia berharap talud yang dibangun dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat dan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan hasil pembangunan setelah selesai.

Hingga sore hari, dilaporkan pembangunan talud sudah mencapai 40 persen dan ditargetkan selesai sesuai waktu. Kerjasama antara TNI dan masyarakat adalah modal yang sangat berharga untuk menyelesaikan pekerjaan ini serta memperkuat hubungan antara TNI dengan rakyat.

Leave a Comment