Kembali ke Akar Gotong Royong, TMMD ke-130 di Pamekasan Serukan Partisipasi Masyarakat

PAMEKASAN – Proses pembangunan infrastruktur sering kali diasosiasikan dengan penggunaan alat berat dan mesin modern, tetapi situasi yang berbeda terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan yang berlangsung di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas bersama masyarakat lokal terlihat aktif berpartisipasi dalam penggarapan proyek secara manual. Mereka membawa pasir menggunakan ember, memindahkan batu secara bersama-sama, serta mencampur material dengan cangkul, menciptakan suasana kerja yang harmonis.
Prinsip gotong royong yang diterapkan menegaskan bahwa TMMD tidak hanya fokus pada hasil pembangunan fisik, tetapi juga pada proses kolaborasi antara TNI dan warga desa. Tradisi ini berakar dari sejarah panjang yang dimulai dengan program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 1980, yang dirintis oleh Panglima ABRI Jenderal M. Jusuf dengan tujuan menjalin kebersamaan antara prajurit dan masyarakat.
Kapten Chb Aman Karyoko, Pasiter Kodim 0826/Pamekasan, menyatakan bahwa metode manual dalam pekerjaan ini memungkinkan masyarakat untuk benar-benar terlibat. “Dengan alat berat, masyarakat hanya menjadi penonton. Namun, menggunakan cangkul memungkinkan mereka untuk terlibat setiap hari dan memahami pentingnya program ini,” tuturnya saat ditemui di Balai Desa Jarin.
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui metode ini, di antaranya adalah membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap hasil pembangunan, memberikan pengetahuan tentang teknik konstruksi, serta memperkuat hubungan antara TNI dan warga.
Kedekatan itu terpancar melalui kehadiran Babinsa Desa Jarin, Serda Syarif, yang tinggal bersama masyarakat selama TMMD berlangsung, melakukan interaksi harian, serta beribadah bersama. Salah satu tokoh masyarakat, Samsul Ma’arif, aktif membantu pengangkutan batu dan material setiap pagi, menandakan semangat gotong royong yang kental.
Walaupun teknologi digunakan dalam proses tertentu seperti pengaspalan jalan di tiga dusun—Morsoksok, Barat, dan Kotalon—tetap melibatkan partisipasi masyarakat dalam tahap finishing. Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, menekankan bahwa pola pembangunan seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi masyarakat, karena mereka tidak hanya menerima hasil akhir tetapi merasakan prosesnya secara langsung.
Partisipasi aktif masyarakat dalam TMMD ke-130 menjadi bukti bahwa pembangunan desa memerlukan lebih dari sekadar alat dan tenaga kerja. Semangat menjunjung tinggi gotong royong merupakan modal utama agar hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Melalui langkah ini, Satgas Kodim 0826/Pamekasan menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong yang diwariskan dari masa lalu tetap relevan dalam pembangunan sosial yang berlangsung di desa saat ini.





