Kemanunggalan TNI dan Warga: Upaya Memperkuat Ketahanan Desa Lewat Gotong Royong

PAMEKASAN – Gotong royong telah menjadi elemen penting dalam proses pembangunan dan pemeliharaan ketahanan suatu desa. Tanpa peran aktif dari masyarakat, berbagai inisiatif pembangunan yang telah dilakukan bisa saja terabaikan dan kehilangan manfaatnya seiring waktu.
Dalam kesempatan yang berlangsung di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan pada Kamis (5/11/2026), Pasiter Kodim 0826/Pamekasan, Kapten Chb Aman Karyoko, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi di antara warga. Ia menjelaskan bahwa ancaman yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya seputar konflik bersenjata, melainkan juga persoalan seperti kemiskinan, stunting, hoaks, serta kurangnya keperdulian sosial.
Kapten Aman mengingatkan bahwa salah satu hal yang harus diperhatikan adalah potensi hilangnya rasa memiliki warga terhadap lingkungan sekitar. “Jika masyarakat kehilangan rasa kepedulian, maka pembangunan, sekecil apapun, akan mudah rusak. Di Jarin, gotong royong masih terasa kuat. Para bapak membantu angkat material, sedangkan ibu-ibu menyediakan makanan untuk Satgas dan TNI, semua bekerja sama,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proyek pembangunan adalah indikator bahwa hubungan antara TNI dan rakyat masih terjalin erat. Keberhasilan program TMMD tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik yang selesai, tetapi juga dari tumbuhnya rasa tanggung jawab masyarakat dalam merawat hasil-hasil pembangunan yang ada.





