Oktober 22, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Kehangatan Hubungan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dengan Masyarakat
TMMD

Kehangatan Hubungan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dengan Masyarakat

Redaksi Radar Oktober 22, 2026 2 min read

LUWU TIMUR – Pengabdian TNI tidak selalu terlihat dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Di balik pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, tersimpan kisah prajurit yang rela melepaskan kenyamanan pribadi untuk berbagi hidup dan bekerja berdampingan dengan masyarakat sekitar.

Di Kecamatan Wasuponda dan Burau, tepatnya di Desa Parumpanai dan Desa Cendana, para prajurit menjalani rutinitas harian dengan sarana yang sangat sederhana. Dari tempat tidur yang biasanya nyaman di asrama, sekarang mereka hanya memiliki tikar tipis, matras, terpal, bahkan balai-balai kayu warga untuk beristirahat.

Meskipun kondisi itu mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian orang, bagi anggota Satgas, kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman berharga untuk mempererat hubungan dengan warga. Setelah seharian menyelesaikan berbagai tugas TMMD, para prajurit tampaknya tidak mengharapkan fasilitas mewah, melainkan lebih memilih untuk beristirahat dengan perlengkapan seadanya sambil mempersiapkan diri untuk tugas selanjutnya.

Menurut Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf. Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., kehidupan sederhana yang dijalani saat TMMD memiliki makna dalam bagi para prajurit. Ia mengamati bahwa meskipun tempat tidur sejauh ini tidak ideal, semangat dan ketulusan anggota Satgas tetap sangat tinggi, tanpa satu pun keluhan dari mereka.

“Menyatu dengan masyarakat dan merasakan langsung kehidupan mereka adalah hal yang penting. Tidur dengan cara seperti ini adalah bentuk pengabdian, yang membuat mereka lebih memahami kesulitan yang dihadapi oleh rakyat,” tegasnya.

Interaksi ini turut memperkuat ikatan antara prajurit dengan warga setempat. Rumah warga yang sederhana menjadi tempat bernaung bagi mereka, sedangkan lingkungan desa menjadi momen bagi mereka untuk membangun kedekatan setelah seharian beraktivitas.

Pratu Rizal (23), salah satu anggota Satgas yang tidur di rumah warga, mengungkapkan bahwa kesederhanaan fasilitas yang ada tidak mengurangi kenyamanannya. “Kenyamanan kami terletak pada dukungan dan penerimaan baik dari masyarakat. Yang terpenting adalah jalan cor yang baik dan jembatan yang kokoh untuk Desa Parumpanai,” ujarnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa senyuman warga memberikan dorongan semangat untuk menjalani tugas. “Saat melihat senyum mereka, rasa letih dan tidur seadanya terasa menghilang. Kami merasa berutang budi pada warga yang baik hati menerima kami,” pungkasnya.

Kehadiran Satgas TMMD di masyarakat pun tak sekadar menghadirkan pembangunan fisik, melainkan juga membangun kedekatan serta rasa kebersamaan. Di balik setiap tikar tipis dan matras yang ada, tersimpan semangat para prajurit yang mengutamakan pengabdian kepada masyarakat di atas semua kenyamanan pribadi.

Leave a Comment