Agustus 10, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
TMMD 129 di Bojonegoro: Upaya Meningkatkan Gizi Balita dan Ibu Hamil untuk Mewujudkan Generasi Tanpa Stunting
TMMD

TMMD 129 di Bojonegoro: Upaya Meningkatkan Gizi Balita dan Ibu Hamil untuk Mewujudkan Generasi Tanpa Stunting

Redaksi Radar Agustus 10, 2026 2 min read

BOJONEGORO, – Sebuah desa tidak hanya diukur dari kualitas jalan atau fasilitas umum yang ada, namun juga dari kesehatan generasi penerus di dalamnya. Kesadaran akan pentingnya kesehatan ini menjadi inti dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang berlangsung di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pada hari Senin (3/8/2026), tim Satgas TMMD berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Kesongo serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro melaksanakan program non-fisik berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini menyasar balita berisiko gizi rendah, anak-anak yang berat badannya stagnan dalam penimbangan di Posyandu, serta ibu hamil yang tinggal di daerah terpencil.

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menekankan pentingnya kerjasama ini sebagai langkah nyata untuk mengatasi masalah gizi di daerahnya. “Dengan diadakannya TMMD ke-129, kami berusaha mengurangi masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang memerlukan, terutama balita dan ibu hamil,” tutur dr. Bowo.

Ia juga menggarisbawahi betapa vitalnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Nutrisi yang cukup selama masa kehamilan akan berpengaruh besar pada kesehatan janin. Dengan asupan yang baik, diharapkan bayi dapat lahir dengan sehat dan terhindar dari masalah stunting atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Program intervensi gizi ini tidak hanya terbatas pada Desa Kesongo tetapi juga meliputi seluruh wilayah kerja Puskesmas Kesongo, seperti Desa Panjang, Tondomulo, dan Mojorejo. Meskipun makanan tambahan telah disalurkan, dr. Bowo mengingatkan bahwa intervensi ini hanya sebagai langkah awal. Keluarga memiliki peran penting dalam keberlanjutan perbaikan gizi.

“Kami harap masyarakat dapat mengadopsi pola makan sehat yang kami contohkan sehingga bisa menerapkannya secara mandiri di rumah,” tambahnya. Dengan pandangan yang sama, Lettu Ckm Purnomo, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan gizi sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

“Membangun desa tidak hanya melalui infrastruktur tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” jelas Lettu Ckm Purnomo. Ia juga mengapresiasi kerjasama yang baik antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Pemerintah Desa, menganggap anak-anak yang sehat saat ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Comment