TMMD Ke-129: Membangun Perbatasan untuk Kemandirian Masyarakat
NUNUKAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 yang dilaksanakan oleh Kodim 0911/Nunukan di Pulau Sebatik menegaskan kembali pentingnya fokus pembangunan di kawasan perbatasan yang memegang peranan strategis bagi bangsa. Program fisik dan nonfisik yang dilaksanakan di daerah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan perbatasan adalah langkah maju dalam memperkuat ketahanan dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Pulau Sebatik, yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, memiliki nilai strategis dari sudut pandang pertahanan, ekonomi, serta sosial budaya. Dengan demikian, kehadiran TMMD merupakan wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa pembangunan bisa merata hingga di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD dalam kegiatan Ke-129 juga meninjau Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia PB-02 yang berlokasi di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Kunjungan ini dianggap sebagai simbol komitmen bersama untuk terus membangun wilayah perbatasan yang merupakan bagian integral dari kedaulatan negara.
Menurut Komandan Kodim 0911/Nunukan selaku Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., pembangunan di perbatasan harus holistik, tidak hanya infrastruktur tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menyatakan, “Kawasan perbatasan adalah wajah terdepan Indonesia. Apa yang dilakukan di sini baik untuk warga Sebatik ataupun citra bangsa di mata negara tetangga. Oleh karena itu, pembangunan harus berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat perbatasan.”





