November 4, 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Kehangatan di Balik Pembangunan Rumah TNI di Pamekasan
TMMD

Kehangatan di Balik Pembangunan Rumah TNI di Pamekasan

Redaksi Radar November 4, 2026 2 min read

PAMEKASAN – Peristiwa yang mengesankan dialami oleh Pak Dahlawi, penduduk Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Rumahnya tidak hanya diubah menjadi Rumah Layak Huni (RLH) lewat program TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, tetapi juga dijadikan tinggal sementara bagi prajurit Satgas yang bertugas.

Salah satu prajurit yang menginap di rumah tersebut adalah Prada Muh. Aril, anggota dari Yon TP 539/Ronggosukowati yang berasal dari Palu. Selama hampir sebulan tinggal bersama, kedekatan mereka semakin meningkat, layaknya hubungan ayah dan anak.

“Awalnya saya terkejut, rumah saya ditempati oleh tentara. Namun seiring waktu, saya menjadi senang, rasanya seperti memiliki anak baru,” ungkap Pak Dahlawi dalam pertemuan pada tanggal 3 November.

Setiap hari, para prajurit memulai aktivitas pagi dengan berkolaborasi untuk menyelesaikan pembangunan rumah dan berbagai sasaran fisik lainnya. Setelah menyelesaikan pekerjaan, mereka kembali ke rumah Pak Dahlawi pada malam hari untuk beristirahat.

Kedekatan tersebut menjadikan suasana rumah Pak Dahlawi lebih hidup lagi. Dia merasa bahagia karena para prajurit memiliki perilaku yang sopan, rendah hati, dan mudah berinteraksi dengan keluarganya serta warga setempat.

“Kondisi kampung jadi lebih damai. Mereka tidak berisik saat istirahat. Sering kali kami ngumpul untuk bercengkerama menggunakan bahasa Indonesia, dan saya kadang mengajari mereka bahasa Madura,” tambahnya.

Salah satu momen yang paling berkesan bagi Pak Dahlawi adalah ketika melihat semangat Prada Aril dalam bekerja, tanpa banyak mengeluh meskipun harus berpanas-panasan.

“Saya pernah bertanya, apakah capek? Dia menjawab, ‘Kerja dilaksanakan saja Pak, jangan banyak keluh, kesehatan akan terjaga’. Padahal mereka bekerja di bawah sinar matahari yang terik. Rajin juga minum vitamin,” kenangnya.

Kedekatan ini juga terjalin berkat perhatian dari keluarga Pak Dahlawi yang sering mengantarkan makanan ke lokasi kerja prajurit. Menu favorit mereka adalah nasi jagung dan ikan kuah kuning.

“Aril bilang, itu enak di lidahnya. Jika dia menelepon keluarganya di Palu, dia selalu bercerita bahwa warga Jarin sangat baik. Itu membuat saya terharu,” ujarnya.

Proses pembangunan rumah Pak Dahlawi masih berlanjut. Fondasi telah dibangun, dan dinding mulai dipasang. Namun, di balik semua ini, terjalinlah sebuah ikatan kekeluargaan yang membuat Pak Dahlawi merasa kehilangan saat program TMMD selesai.

“Aril sendiri berharap program ini bisa berjalan lebih lama untuk kepentingan masyarakat. Saya pun merasakannya. Jika mungkin, durasinya jangan hanya 21 hari, tapi lebih panjang lagi. Rumah boleh selesai, tapi silaturahmi jangan terputus,” tutupnya.

Bagi Pak Dahlawi, TMMD Ke-130 bukan hanya memberikan rumah yang lebih layak huni, tetapi juga mempertemukannya dengan sosok prajurit yang kini dianggap seperti anaknya sendiri. (Pendim 0826)

Leave a Comment